Phone: (0351) 452970

Email: sekretariat@pnm.ac.id

ASIRO untuk Kontes Robot Indonesia Nasional 2018


ASIRO (AE Sar Intelligent Robot) merupakan generasi robot berkaki Politeknik Negeri Madiun yang berhasil mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Anggota tim ASIRO yang terdiri dari Septian Anugrah Praditama dan Syamsul Arifin sebagai anggota tim inti, dibantu oleh Kristianti pada posisi mekanik. Diawali dengan mengikuti KRI Regional IV yang terlaksana di Politeknik Negeri Malang pada bulan Mei 2018. Dalam KRI Regional tersebut, ASIRO mendapat peringkat 7 dari 32 peserta. Total ada 121 tim robotika divisi KRPAI se-Indonesia yang mengikuti lomba dan disaring oleh KRI Regional untuk dapat mengikuti KRI Nasional. Hingga tingkat Nasional ini, terpilihlah 21 tim dari masing-masing regional yang memiliki peringkat teratas berhasil mengikuti puncak acara pada tanggal 12-13 Juli 2018.

           

Dalam KRI Nasional, ASIRO mengikuti cabang lomba Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI). Ada 3 tahap dalam perlombaan tersebut. Tahap pertama dan kedua, masing-masing tim harus mampu menunjukkan kemampuannya memadamkan api minimal 1 kali dan kembali pada posisi start apabila menginginkan poin tambahan. Tahap ketiga, apabila lolos tahap pertama dan kedua, dengan peraturan yang sama robot harus kembali menunjukkan kemampuannya dengan denah ruangan yang diubah dari tahap sebelumnya. Pada tahap pertama, ASIRO tidak berhasil memadamkan api sehingga memperoleh peringkat 15 dari total 21 peserta. Sedangkan pada tahap kedua, ASIRO berhasil memadamkan api pada detik ke 151.7 dari 300 detik yang disediakan oleh panitia dan memperoleh peringkat 10 dari 12 peserta yang tersisa. Namun pada tahap ketiga, ASIRO tidak berhasil memadamkan api karena terdapat error yang terjadi pada hardware bagian kaki robot sehingga tim menyerah pada detik ke 150.

Error tersebut terjadi pada saat robot tengah mencari ruangan yang terdapat titik api didalamnya. Menyebabkan robot tiba-tiba berhenti berjalan selama 20 detik. Pada saat batas akhir counter up tersebut, robot masih berhasil melanjutkan pencarian api namun dengan  tampilan output pada kaki robot yang tidak lagi seimbang karena dua kaki pada robot tidak dapat berjalan normal sesuai dengan input progam yang dimasukkan. Akhirnya dengan pertimbangan penuh, tim memutuskan untuk pas (menyerah) melanjutkan lomba. Setelah poin dari ketiga tahapan perlombaan tersebut dikalkulasi, ASIRO mendapatkan peringkat 12 dari total 21 robot yang mengikuti KRI Nasional 2018.

            “Rasanya bersyukur bisa sampai Nasional dan bisa membawa nama Politeknik Negeri Madiun ke Nasional”, jawab Syamsul Arifin, selaku anggota tim robotika saat ditanya mengenai tanggapan ketika ASIRO dapat mengikuti KRI Nasional 2018. Hasil tersebut terbilang memuaskan karena tim robotika PNM untuk pertama kalinya berhasil mengikuti KRI hingga tingkat Nasional. Meski sampai saat tingkat Nasional pun, tim robotika ini masih memiliki kendala pembiayaan selama pross pembuatannya. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat anggota tim untuk terus maju melanjutkan segala usaha tim robotika dari tahun sebelumnya. Dengan segala keterbatasan, anggota tim tidak patah semangat dalam mengembangkan kreatifitas yang tercermin pada robot tersebut. Ini adalah langkah awal yang baik untuk mengembangkan potensi robot dari tim robotika Politeknik Negeri Madiun dan semoga dapat berpartisipasi kembali pada KRI Nasional tahun berikutnya dengan hasil yang lebih memuaskan.

(G-PLASMA/Fika Kumi L)