Phone: (0351) 452970

Email: sekretariat@pnm.ac.id

PNM SAPU BERSIH TTG 2019


TTG (Teknologi Tepat Guna) merupakan lomba yang diadakan Disnaker kota madiun dengan tujuan untuk menyaring anak anak muda yang mampu berinovasi. Lomba yang dilaksanakan pada bulan agustus tepatnya tanggal 16 kemarin, diikuti dari jenjang smp-sma/smk-perguruan tinggi/masyarakat. tahapan dari lomba TTG ini yaitu pengajuan proposal selanjutnya seleksi proposal dan terakhir presentasi. Dan pada tanggal 16 agustus telah diumumkan juara-juaranya.    

Untuk perguruan tinggi dimenangkan oleh perwakilan dari PNM yaitu;

Juara I             : Aga Bagas K. dan Dyan Eko W.

            Nilai    : 259,5

            Alat     : Smart MKIO D’FOGBENDER

Juara II            : Syamsul Arifin dan Ratna Dwi Ferbriani

            Nilai    : 238,7

            Alat     : Smart Walker

 

Juara III          : Aryan Wahqid dan Irfan Piscesa

            Nilai    : 238,1

            Alat     : Gelang Tunarungu

            Smart MKIO D’FOGBENDER merupakan alat yang ditujukan kepada para petani jamur guna menghasilkan kabut untuk meningkatkan kelembapan pada jamur. Alat ini bisa juga digunakan untuk budidaya wallet yang difungsikan untuk mengatur kelembapan. Pembuatan alat ini terinspirasi dari Film Avatar , ada kendala dari proses pembuatan alat sendiri terutama dari human” jadwal antar anggota yang berbenturan sehingga pekerjaan sedikit tertunda” ujarnya.

            Smart Walker merupakan alat yang diciptakan untuk pasien pasca terapi tulang belakang yang kakinya masih belum bisa berjalan tetapi tangannya masih kuat untuk menggunakan alat smart walker tersebut . Smart walker ini diperuntukan bagi pasien setelah operasi tersebut lalu .

            Alat  ini memiliki dua mode yaitu mode manual dan mode otomatis.Mode manual ini digunakan sebagai alat bantu jalan biasa tanpa menggunakan smart shoes sedangkan untuk mode otomatis menggunakan smart shoes karena adalam smart shoes itu nanti akan mempengaruhi kecepatan smart walker dan di smart shoes itu ada sensor efr sebagai sensor tekan untuk mendeteksi langkah kaki pasien tersebut dan data tersbut anantia akan dikirim ke database lalu data tersebut akan di recort didatabase dan ditampilkan pada aplikasi android difisioterapisnya.

            “Kendalanya kemerin itu setting motor DCnya, karena sempat ganti 2 kali karena torsinya kurang kuat jadi untuk penggunaan motor DC smart walker ini menggunakan motor DC yang kuat sampai torsinya 80kg”. Mungkin pengembangannya nanti didesainnya dibuat lebih ergonomi dan sesuai dengan walker sebelumnya juga tidak papa. Yang penting sesuai dengan pasien dan tidak mengurangi ergonomi dari alat tersebut. Selain itu mungkin perkembangannya diaplikasi sama di desain smart shoesnya lebih baik lagiungkapnya.

            Gelang Tunarungu merupakan sebuah alat yang ditujukan untuk para penderita tunarungu.Alat yang dibuat 3 sampai 4 bulan ini ada kendala dalam proses uji coba alatnya karena di Madiun sendiri penderita tunarungu masih jarang.Pembuatan alat tersebut muncul dari usulan dosen pembimbing TA.”Semoga alat ini bisa dikembangkan karena bentuk alatnya belum komplek dan bisa diajukan menjadi produk jadi” ujarnya.

           

            Penyerahan trompy juara dilakukan pada tanggal 20 Agustus 2019 lalu yang diserahkan langsung oleh Bapak Walikota Madiun. Perasaan senang dan tidak menyangka sangata dirasakan oleh para juara. Harapan kedepanya alat dari para juara bisa dijadikan produk jadi dan semoga adek tingkat tahun berikutnya dapat sapu bersih juara 1,2,3 lagi.

 “jangan mengulur waktu kerjakan apa yang bisa dikerjakan” pesan Dyan Eko kepada seluruh adek tingkatnya.